Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryJul 29, '11 1:42 AM
for everyone
Namanya, Arif Lukman Hakim. Umurnya, tahun ini baru menginjak dua puluh lima tahun. Alumni Universitas Gajah Mada Fakultas, Ekonomi. Saya mengenalinya tak sengaja di kompasiana, saat menemukan tulisannya tentang keikutsertaannya menjadi relawan Merapi. Dari beberapa tulisan yang ada, dia adalah penulis artikel terbanyak, karena lamanya dia berada di kawasan Merapi, tepatnya Kali Adem.

Dari kompasiana, saya mengadd facebooknya. Kita hanya beberapa kali berinteraksi. Baik melalui komentar-komentar di status, juga inboxnya dia yang antusias sekali ingin melihat bukunya cepat terbit. Sesekali, saya melihat status-statusnya dan beberapa bulan lalu, ia menulis status kalau akan segera menuju ke Papua, mengikuti program Indonesia mengajar selama satu tahun. Dia, menjadi seorang guru SD di Papua sana. Sejak melihat ia menulis status akan ke Papua, setelah itu ia jarang terlihat kelibatnya di dunia maya. Hampir setiap saya menuju facebooknya, tak ada aktifitas apapun yang dilakukannya.

Suatu hari, saya kembali ke facebooknya dan melihat photo profile FBnya sudah berubah. Arif, bersama dengan beberapa anak berambut keriting, berkulit legam, berwajah riang sedang melompat di tepi laut dengan langit membiru dan awan putih menggumpal. Subhanallah... Saya langsung mengklik satu persatu foto album di FBnya juga membaca notes-notes yang ditulisnya. Arif, sudah berada di Fak-Fak-Papua. Setiap membaca tulisannya saya kadang tidak bisa berkomentar banyak. 

Saat ditanya, "Pak Guru, itu siapa yang motret? Bawa tripod yah?"

"Owh, enggak, Mbak, saya nggak kepikiran bawa tripod, saya letakan kameranya di kursi. pake timer."

Ada kesedihan, bahagia dan haru yang menyatu. Kesedihan membaca ceritanya Arif, di mana saat ia bercerita sudah membawa semua perlengkapan internet yang katanya ada sinyal meskipun di pedalaman, nyatanya di tempat ia bertugas sama sekali tak ada sinyal. Untuk mendapatkan sinyal, ia harus ke kota yang harus meretas hutan dan lautan. Bahagia ketika melihat raut-raut wajah lugu dari anak-anak di daerah Papua tersebut. Sehinggalah saya wanti-wanti ke dia, untuk selalu mentag ceritanya kepada saya di facebook.

Saat di kota-kota besar gemerlapan dan sebagian mengeluhkan pemadaman, di bagian lain kota kecil lainnya, masih kegelapan  malam hari, mereka kembali berkumpul di rumahnya Arif untuk mengulang kaji pelajaran

Beberapa hari ini, ia terlihat lebih sering online karena sedang berada di kota dan sekolahnya libur menjelang Ramadhan. Baru saya tahu, seperti apa sekolahannya murid-muridnya juga di mana letak sekolahnya yang berdekatan dengan laut.

Subhanallah... Itu dia sekolahannya

Sekolahnya terdiri dari dua bangunan, di mana dalam dua bangunan itu ada dua kelas. Dua kelas yang masing-masing terdiri dari kelas 1-6. Karena baru memasuki tahun ajaran baru, Arif hanya seorang diri mengajar (sampai saat ini) Kepala sekolah dan salah seorang guru sedang mudik ke Ambon. Kelas pertama, berisi murid-murid dari kelas satu-tiga. Kelas kedua berisi murid-murid dari kelas empat-enam. Kelas dibagi menjadi dua shif, shift pertama untuk kelas 1-3 bermula dari jam 07:00 sampai jam 10:00 pagi. Dilanjut kelas selanjutnya 4-6 sampai jam 14:30. 

Upacara di tepi laut

Tak bisa tidak, membaca cerita-ceritanya saya sering terpaku dengan air mata yang mengalir tanpa diminta, tak tahu harus berkomentar apa. Ternyata, betapa luasnya negeri kita dan masih membutuhkan Arif-Arif lainnya di seluruh ceruk-ceruk negeri. Semoga Arif senantiasa diberi kesehatan oleh-Nya. Amin, Insya Allah...

Dan saya selalu menunggu catatan-catatan kecilnya di facebook. Tapi malah tergiur pengen ke Papua  Jadi inget mau ada yang sponsorin lomba hadiahnya ke Papua. Semua foto, saya ambil dari facebooknya Arif, atas izinnya.


126 CommentsChronological   Reverse   Threaded
tranparamole wrote on Jul 29, '11
*nyimak
tranparamole wrote on Jul 29, '11
guru teladan..
*salut
iahsunshine28 wrote on Jul 29, '11
aku merinding liat sekolahnya di pinggir pantai.... indah bangett.... seandainya ada sekolah di jakarta yg seperti ini ^_^
moimoifati wrote on Jul 29, '11, edited on Jul 29, '11
aku merinding liat sekolahnya di pinggir pantai.... indah bangett.... seandainya ada sekolah di jakarta yg seperti ini ^_^
kalo di jakarta ada begini, pastinya dah jadi sekolah internasional. *merunduk sedih*
ohtrie wrote on Jul 29, '11
senada dengan komentarku saat Kang Aji posting komik ttg anak rimba....

"Indonesia timur bukan hanya belum merdeka, namun justru masih terjajah"

#miris

fightforfreedom wrote on Jul 29, '11
Sangat menyentuh kisah perjuangan Pak Guru Arif Lukman Hakim.
Semoga beliau banyak membawa manfaat di sana (di bumi Papua) dan menginspirasi jutaan orang di Indonesia untuk aktif membangun bangsa. aamiin.

Thanks for sharing, mbak Anaz.
25102004 wrote on Jul 29, '11
jadi inget laskar pelangi...
jampang wrote on Jul 29, '11
indah banget
semoga menghasilkan sesuatu yang indah pula
sicantikdysca wrote on Jul 29, '11
hiks. ternyata masih banyak daerah yg tak tersentuh listrik yaa :(
lailatulqadr wrote on Jul 29, '11
Saya juga pengen ikutan Indonesia Mengajar, mbak... Pengen banget... Cuma gak akan bisa masuk persyaratannya... Hiks... Hiks... Hiks....
anazkia wrote on Jul 29, '11
*nyimak
Silakan :)
ohtrie wrote on Jul 29, '11
iahsunshine28 wrote on Jul 29, '11
kalo di jakarta ada begini, pastinya dah jadi sekolah internasional. *merunduk sedih*
bener mba... makin bagus fasilitas, prioritasnya jadi sekolah internasional.. :(
anazkia wrote on Jul 29, '11
guru teladan..
*salut
Iyah, semoga akan semakin banyak generasi muda seperti dia
anazkia wrote on Jul 29, '11
seandainya ada sekolah di jakarta yg seperti ini ^_^
Di Jakarta, sekolah beginian? Langka, Mbak
Kalaupun ada bayarnya jutaan kali yah? *ngayal
anazkia wrote on Jul 29, '11
kalo di jakarta ada begini, pastinya dah jadi sekolah internasional. *merunduk sedih*
Ho'oh :( hiks
Lagian di mana...?? Ancol? Nanti pas belajar ada dangdutan, konser musik dll donk? :(
iahsunshine28 wrote on Jul 29, '11
anazkia said
Di Jakarta, sekolah beginian? Langka, Mbak
Kalaupun ada bayarnya jutaan kali yah? *ngayal
betull... *emang menghayal ya*
anazkia wrote on Jul 29, '11
ohtrie said
"Indonesia timur bukan hanya belum merdeka, namun justru masih terjajah"
mau ke sana, Mas? Ana pengen ke sana*ngumpulin duit empat juta :( weks, sampai kapan kumpulnya? :((
anazkia wrote on Jul 29, '11
Sangat menyentuh kisah perjuangan Pak Guru Arif Lukman Hakim.
Semoga beliau banyak membawa manfaat di sana (di bumi Papua) dan menginspirasi jutaan orang di Indonesia untuk aktif membangun bangsa. aamiin.

Thanks for sharing, mbak Anaz.
Amin, amin Allahumma amin.. semoga senantiasa diberi kemudahan dan kesehatan.

Makasih juga dah baca, Pak.
anazkia wrote on Jul 29, '11
jadi inget laskar pelangi...
Iyah, bedanya di Laskar pelangi bukan di tepi laut
anazkia wrote on Jul 29, '11
jampang said
indah banget
semoga menghasilkan sesuatu yang indah pula
Amin, Allahumma amin
anazkia wrote on Jul 29, '11
hiks. ternyata masih banyak daerah yg tak tersentuh listrik yaa :(
Iyah, Mbak. Dan kita masih dengan mudahnya yah? :(
fendikristin wrote on Jul 29, '11
semoga arif-arif yang lain segera bermunculan ya Mbak....

aku merinding deh baca kisah-nya...ada aja orang yang mau mengorbankan kehidupan yang "serba ada" menjadi "serba sulit"

salam hormat buat Mas Arif ya Mbak :)
anazkia wrote on Jul 29, '11
Saya juga pengen ikutan Indonesia Mengajar, mbak... Pengen banget... Cuma gak akan bisa masuk persyaratannya... Hiks... Hiks... Hiks....
Persyaratannya sulit yah, Mbak?
anazkia wrote on Jul 29, '11
ohtrie said
http://www.detiknews.com/read/2011/07/23/152215/1687831/10/3-hari-berjalan-di-hutan-anak-orang-rimba-ingin-belajar
Makasih komik2nya, Mas
anazkia wrote on Jul 29, '11
betull... *emang menghayal ya*
Ke papua aja yuk, Mbak?
lailatulqadr wrote on Jul 29, '11
anazkia said
Persyaratannya sulit yah, Mbak?
Banget...
1. usia saya
2. status saya
3. karakter saya yang tidak bisa serius (jadi inget saat ngisi formnya)
cinderellazty wrote on Jul 29, '11
Allaahu akbar
:(
mbak anas saya juga suka salut sama mereka yang ikut program insonesia mengajar
hebat betul mereka itu
teman MP kita juga ada looh yg ikut program itu
pemikirulung.mp.com

semoga barakah ilmunya Arif ya mbak anas,,, Aamiin
cinderellazty wrote on Jul 29, '11
tentang sekolahnya...
indah sekali dekat laut, bak laskar pelangi dan serdadu kumbang ^_*
semoga Allah meneguhkan kaki2 mereka untuk ttp berpijak di jlan ilmu
anazkia wrote on Jul 29, '11
semoga arif-arif yang lain segera bermunculan ya Mbak....

aku merinding deh baca kisah-nya...ada aja orang yang mau mengorbankan kehidupan yang "serba ada" menjadi "serba sulit"

salam hormat buat Mas Arif ya Mbak :)
Aminnn...

Saya juga sering nangis kalau baca cerita2nya, Mbak. Betapa kita yang di kota2 pusat hampir dimanjakan dengan fasilitas, tapi sebagian di tempat lainnya sangat minim fasilitas :(

Semoga nanti dia baca tulisan ini
anazkia wrote on Jul 29, '11
Banget...
1. usia saya
2. status saya
3. karakter saya yang tidak bisa serius (jadi inget saat ngisi formnya)
Iyah juga yah, Mbak?
Wah, susah juga ternyata
kalau gitu kita ke papuan aja mau nggak? :D
anazkia wrote on Jul 29, '11
teman MP kita juga ada looh yg ikut program itu
pemikirulung.mp.com
Arif juga punya acount MP
Wah, temen2 MP hebat2 yah? Salut!!
anazkia wrote on Jul 29, '11
tentang sekolahnya...
indah sekali dekat laut, bak laskar pelangi dan serdadu kumbang ^_*
semoga Allah meneguhkan kaki2 mereka untuk ttp berpijak di jlan ilmu
Amin, amin Allahumma amin...
Turut mendoakan untuk mereka semua
cinderellazty wrote on Jul 29, '11
anazkia said
Arif juga punya acount MP
Wah, temen2 MP hebat2 yah? Salut!!
apa ID nya?
saluuutt
anazkia wrote on Jul 29, '11
Weh, baru nyadar ada tulisan yang kehapus di atas :(( gara2 utak-atik HTML tadi :((
lailatulqadr wrote on Jul 29, '11
anazkia said
Iyah juga yah, Mbak?
Wah, susah juga ternyata
kalau gitu kita ke papuan aja mau nggak? :D
Pake duit daun, ya???
orangjava wrote on Jul 29, '11
Naz kenalin aku, salut deh sama dia....
anazkia wrote on Jul 29, '11
agamfat wrote on Jul 29, '11
Tahun 50-an beberapa mahasiswa UGM membuat program Pengerahan Tenaga Mahasiswa yg kemudian jadi program UGM, dan berubah jadi KKN. Kusnadi Hardjasumantri, mahasiswa FH UGM menjadi pelopornya, mengajar di NTT. Ketika pulang dia mengajak beberapa anak SMA muridnya utk sekolah di UGM. Salah satunya Adrianus Mooy, mantan Gubernur BI. Kalau tidak ada PTM, Adrianus mungkin tidak bisa melihat indahnya dunia diluar NTT
anazkia wrote on Jul 29, '11
Pake duit daun, ya???
Hahaha...
Saya malah mau nekat lho, Mbak. menyusuri pulau Jawa sampai ke sana, tapi yah itu, empat juta hiks...

naik kapal dari Surabaya 800-900 ribu sampainya 5 hari
moimoifati wrote on Jul 29, '11
hiks. ternyata masih banyak daerah yg tak tersentuh listrik yaa :(
dulu, di desa Bapak juga tak tersentuh listrik. sekarang, sudah ada listrik, kok malah gak 'humble' lagi ya. ekses pembangunan. mudah-mudahan, klo ntar di tempat pak Arif ada listrik, ga bakal teracuni ekses pembangunan ya....
anazkia wrote on Jul 29, '11
Naz kenalin aku, salut deh sama dia....
nanti Anaz suggest FBnya yah, Mbah
dia jarang di empe
lailatulqadr wrote on Jul 29, '11
anazkia said
Hahaha...
Saya malah mau nekat lho, Mbak. menyusuri pulau Jawa sampai ke sana, tapi yah itu, empat juta hiks...

naik kapal dari Surabaya 800-900 ribu sampainya 5 hari
Kalo saya masih sendiri, siy... Mau... Tapi, saya kan sudah berbuntut...
Jadi keinget iklan minuman, "abis gini lo mau apa? backpackeran keliling Indonesia"
Sungguh, saya masih punya keinginan untuk bisa mewujudkannya...
anazkia wrote on Jul 29, '11
agamfat said
Tahun 50-an beberapa mahasiswa UGM membuat program Pengerahan Tenaga Mahasiswa yg kemudian jadi program UGM, dan berubah jadi KKN. Kusnadi Hardjasumantri, mahasiswa FH UGM menjadi pelopornya, mengajar di NTT. Ketika pulang dia mengajak beberapa anak SMA muridnya utk sekolah di UGM. Salah satunya Adrianus Mooy, mantan Gubernur BI. Kalau tidak ada PTM, Adrianus mungkin tidak bisa melihat indahnya dunia diluar NTT
Sekolah ini, yang ditempati Arif juga idenya dari kepala sekolah yang hanya satu-satunya tersebut. Sanpai sekarang, masih kepala sekolah itu juga uang tetep kekal berada di situ.

Subhanallah... hebat2 yah mereka :( hiks, inget kelemahan diri
rosshy77 wrote on Jul 29, '11
salut...
jadi malu sendiri kr msh terus fokus sama diri sendiri

makasih mba
anazkia wrote on Jul 29, '11
dulu, di desa Bapak juga tak tersentuh listrik. sekarang, sudah ada listrik, kok malah gak 'humble' lagi ya. ekses pembangunan. mudah-mudahan, klo ntar di tempat pak Arif ada listrik, ga bakal teracuni ekses pembangunan ya....
Lah dulu desaku juga nggak ada listrik. Sekarang dah ada listrik malah nggak seru :( merindukan masa lalu...

Eh, kalau Arif ini, aslinya kan dari Brebes, dah ada listrik di tempatnya dia mah hehe.

orangjava wrote on Jul 29, '11
anazkia said
nanti Anaz suggest FBnya yah, Mbah
dia jarang di empe
Makasih Naz, temanku di IRBAR kerja sekarang di China, jadi tak ada kontak ke Irbar, apa ini Luqman yang kukenal??
anazkia wrote on Jul 29, '11
backpackeran keliling Indonesia"
Ini saya juga mau, Mbak :(
mau banget dan pengen banget
anazkia wrote on Jul 29, '11
salut...
jadi malu sendiri kr msh terus fokus sama diri sendiri

makasih mba
Ah, sama, Mbak. Saya juga masih mementingkan diri :(

Sama2, makasih juga
anazkia wrote on Jul 29, '11
apa ini Luqman yang kukenal??
Sepertinya bukan, Mbah. Dia aslinya dari Brebes
orangjava wrote on Jul 29, '11
anazkia said
Sepertinya bukan, Mbah. Dia aslinya dari Brebes
OOomungkin....pokoknya kenalin dia....apakabarmu Naz??waraz??
cawah wrote on Jul 29, '11
subhanallah...ikut haru campur bahagia.....semoga lebih byk lagi orang2 arif seperti arief dinegeri ini....
anazkia wrote on Jul 29, '11
OOomungkin....pokoknya kenalin dia....apakabarmu Naz??waraz??
Alhamdulilah sae, Mbah...
Nggak ganaz :P
anazkia wrote on Jul 29, '11
cawah said
subhanallah...ikut haru campur bahagia.....semoga lebih byk lagi orang2 arif seperti arief dinegeri ini....
Amin, semoga...
hayuk, Catur atuh.. :)
orangjava wrote on Jul 29, '11
Hahahaha sukur nek ngaku ora *ganaz*....
debapirez wrote on Jul 29, '11
bangga aha sebagai sama2 lulusan UGM hehe...
agamfat wrote on Jul 29, '11
deb, universitas gedung manten?
hanifahnunk wrote on Jul 29, '11
hiks...jalannya belum beraspal, harus lewat sungai yg leubarrrrr
aku gakk sangguuupppp

ya wis ah, q baca dari sini ajaa
itsmearni wrote on Jul 29, '11
Dia salah satu penulis di "Relawan Merapi" khan ya

aku udah baca
kereennnnnnn
salam kenal buat mas Arif
*salut*
*jempol*
orangjava wrote on Jul 29, '11
anazkia said
Alhamdulilah sae, Mbah...
Nggak ganaz :P
Maturnuwun maning yak wis dadhi KONTAK..Nazzzz..
wprazh wrote on Jul 29, '11
numpang baca dan menyimak
kakrahmah wrote on Jul 29, '11
hebat dan seru ya kisahnya,, jadi mau ngintip blognya juga..
tfs mba anaz :)
slamsr wrote on Jul 29, '11
wow... sungguh dedikasi yang patut ditiru
salam buat mas arif
raniuswah wrote on Jul 29, '11
subhanallah..

masih ada yang seperti beliau..

semoga selalu istiqomah ya pak..
zaffara wrote on Jul 29, '11
anazkia said
Tak bisa tidak, membaca cerita-ceritanya saya sering terpaku dengan air mata yang mengalir tanpa diminta, tak tahu harus berkomentar apa. Ternyata, betapa luasnya negeri kita dan masih membutuhkan Arif-Arif lainnya di seluruh ceruk-ceruk negeri. Semoga Arif senantiasa diberi kesehatan oleh-Nya. Amin, Insya Allah...
Aamiin...inshaAllah...

*haru*
nitafebri wrote on Jul 29, '11
Ini foundationnya sapa yaa..
Pernah liat iklannya Indonesia mengajar..
Program bagus untuk pemerataan pendidikan.
akunovi wrote on Jul 29, '11
Tfs mbak Anaz, saya jadi merinding bacanya :(

grasakgrusuk wrote on Jul 29, '11
Padahal papua indah bgt ya..
martoart wrote on Jul 29, '11
agamfat wrote on Jul 29, '11
Wkwkwkw posisi favorit!!!
ibuseno wrote on Jul 29, '11
selalu terharu dan bangga lihat tulisan atau foto2 pengajar muda...
andai aku masih muda.... iih pengen banget deh jadi pengajar muda
bundananda wrote on Jul 29, '11
Foto2nya mantap..apalagi yg upacara bendera itu..
adearin wrote on Jul 29, '11
Subhanallah...salut bener2 dg semangatnya
arifalkim wrote on Jul 29, '11
Assalamualaikum.

Subhanallah, saya sebenarnya tak layak dibegitukan, masih banyak kealpaan, beneran. Saya, dan teman-teman di Indonesia Mengajar hanya sebagian kecil dari pejuang-pejuang tangguh yang sebenarnya masih banyak tersebar di Indonesia, bahkan dunia, seperti anda sekalian.

Waduh, Mbak Anaz ini, sudah mbak, biasa saja. Di kampung penempatanku biasa saja. Yang kutulis hanya diksi sederhana tentang keadaan yang ada di mata dan perasaan saya. Terlalu subyektif.

Oya, salam kenal dulu untuk para senior semua. Waduh, maafkan saya. Saya ketagihan ngeblog justru saat saya sedang sering-seringnya jauh dari monitor laptop/PC. Rumah saya di dunia maya itu sampai kadang terbengkalai.

Dan sekarang, pihak Indonesia Mengajar telah menyediakan rumah singgah juga di bangunan sebelah. Untuk mengatasi kegalauan saya, secara terschedule tulisan saya akan otomatis terpublish seminggu sekali di rumah singgah saya yang baru itu.

Tapi apapun, langkah kecil yang kita lakukan untuk melunasi janji-janji kemerdekaan bangsa ini sangatlah berarti, di manapun. Dan saya percaya yang hadir di jamaah multiplyiah di sini pasti juga menggerakkan jiwa raganya untuk ikut mendayung menuju pulau impian republik ini.

Beribu maaf, mungkin ada kata-kata saya yang kurang layak ataupun berlebihan. Dan mohon maklum jika rumah saya di MP kurang terawat. Mungkin akan sering dijumpai tulisan saya di http://blog.indonesiamengajar.org/pm2ariflukman/

Terima kasih banyak atas jalinan ukhuwah ini.

Salam semangat dari Papua.
Wassalamualaikum




anazkia wrote on Jul 29, '11
Hahahaha sukur nek ngaku ora *ganaz*....
yang selalu ngatain Anaz ganaz itu Mbah weee :P
anazkia wrote on Jul 29, '11
bangga aha sebagai sama2 lulusan UGM hehe...
Wekekeke
Mas Debaaaa, seniornya Mas Arif yah?
anazkia wrote on Jul 29, '11
agamfat said
deb, universitas gedung manten?
Hohoho, baru tahu singkatannya ;)
zadiaputri wrote on Jul 29, '11
wah, mbak anaz juga berteman dgn arif tho? saya kenal arif (di fb) gara2 nyari foto brebes. terkaget2 setelah tau dia juga orang brebes, jadilah saya menawarkan diri utk jadi teman di fb. lebih terkaget2 lagi setelah tau dia lolos seleksi indonesia mengajar dan ditempatkan di papua. salut dan bangga punya 'sedulur brebes' seperti dia. :-)
anazkia wrote on Jul 29, '11
hiks...jalannya belum beraspal, harus lewat sungai yg leubarrrrr
aku gakk sangguuupppp

ya wis ah, q baca dari sini ajaa
hayuuukkkk.. kapan2 kita ke sana hehehe *pengennya :(
anazkia wrote on Jul 29, '11
Dia salah satu penulis di "Relawan Merapi" khan ya

aku udah baca
kereennnnnnn
salam kenal buat mas Arif
*salut*
*jempol*
Ho'oh, Mbak. Mas Arif salah satu kontributor Relawan Merapi

Semoga yang bersangkutan membacanya :)
zadiaputri wrote on Jul 29, '11
wah, mbak anaz juga berteman dgn arif tho? saya kenal arif (di fb) gara2 nyari foto brebes. terkaget2 setelah tau dia juga orang brebes, jadilah saya menawarkan diri utk jadi teman di fb. lebih terkaget2 lagi setelah tau dia lolos seleksi indonesia mengajar dan ditempatkan di papua. salut dan bangga punya 'sedulur brebes' seperti dia. :-)
anazkia wrote on Jul 29, '11
Maturnuwun maning yak wis dadhi KONTAK..Nazzzz..
Injih, Mbah..
Sami2...
anazkia wrote on Jul 29, '11
wprazh said
numpang baca dan menyimak
Silakan, mas :)
anazkia wrote on Jul 29, '11
hebat dan seru ya kisahnya,, jadi mau ngintip blognya juga..
tfs mba anaz :)
MPnya jarang diurusi hehehe
anazkia wrote on Jul 29, '11
slamsr said
wow... sungguh dedikasi yang patut ditiru
salam buat mas arif
Insya Allah, yang bersangkutan dah baca :)
anazkia wrote on Jul 29, '11
subhanallah..

masih ada yang seperti beliau..

semoga selalu istiqomah ya pak..
Insya Allah, mari kita doakan yah, Bu
Yang bersangkutan dah baca :)
anazkia wrote on Jul 29, '11
zaffara said
Aamiin...inshaAllah...

*haru*
Amin, amin, Allahumma amin...
anazkia wrote on Jul 29, '11
Ini foundationnya sapa yaa..
Pernah liat iklannya Indonesia mengajar..
Program bagus untuk pemerataan pendidikan.
Nggak tahu, Mbak
nanti nanya ke Mas Arif
anazkia wrote on Jul 29, '11
akunovi said
Tfs mbak Anaz, saya jadi merinding bacanya :(

Sami2, Mbak Novi
Mari kita sama2 belajar
anazkia wrote on Jul 29, '11
Padahal papua indah bgt ya..
Iyah, Mbak, sangat indah.
jandra22 wrote on Jul 29, '11
Salam ya untuk mas Arief, semoga kenekadannya menceburkan diri di tengah-tengah mereka yang tertinggal jadi bekal untuknya memimpin bangsa ini di masa datang. Kita butuh orang seperti mas Arief yang mau kerja keras. Dan tentunya, tahan banting.
anazkia wrote on Jul 29, '11, edited on Jul 29, '11
Mbah Marto demen banget sih sama photo itu 
anazkia wrote on Jul 29, '11
agamfat said
Wkwkwkw posisi favorit!!!
Iyah hahahhaa
anazkia wrote on Jul 29, '11
ibuseno said
selalu terharu dan bangga lihat tulisan atau foto2 pengajar muda...
andai aku masih muda.... iih pengen banget deh jadi pengajar muda
Kita bantu do'a saja, Bu. Semoga mereka selalu diberi kekuatan. Amin...
anazkia wrote on Jul 29, '11
Foto2nya mantap..apalagi yg upacara bendera itu..
Iya, Mbak
menggambarkan kelamian desa
anazkia wrote on Jul 29, '11
adearin said
Subhanallah...salut bener2 dg semangatnya
Yups, luar biasa!
anazkia wrote on Jul 29, '11
Waduh, Mbak Anaz ini, sudah mbak, biasa saja. Di kampung penempatanku biasa saja. Yang kutulis hanya diksi sederhana tentang keadaan yang ada di mata dan perasaan saya. Terlalu subyektif.
Anu, biar dapat gratisan ke Papua *jujur wekekekeke :D
anazkia wrote on Jul 29, '11
wah, mbak anaz juga berteman dgn arif tho? saya kenal arif (di fb) gara2 nyari foto brebes. terkaget2 setelah tau dia juga orang brebes, jadilah saya menawarkan diri utk jadi teman di fb. lebih terkaget2 lagi setelah tau dia lolos seleksi indonesia mengajar dan ditempatkan di papua. salut dan bangga punya 'sedulur brebes' seperti dia. :-)
Iyah, Mbak, kenal di dunia maya aja. nanti Insya Allah semoga ketemu di dunia nyata amin heheh

Saya juga seneng, meski kenal di dunia maya, meskipun Pemalang-Brebes berdekatan hehehe
anazkia wrote on Jul 29, '11
Salam ya untuk mas Arief, semoga kenekadannya menceburkan diri di tengah-tengah mereka yang tertinggal jadi bekal untuknya memimpin bangsa ini di masa datang. Kita butuh orang seperti mas Arief yang mau kerja keras. Dan tentunya, tahan banting.
Insya Allah Mas Arif semoga membaca ini :)
nanazh wrote on Jul 29, '11
di Fak-fak ada kantor daerah instansi saya lo, mbak, namanya Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara... tersebar dari ujung Barat mpe TImur Indonesia, utara ke Selatan pun ada....
sebut saja...
Lhokseumawe,Takengon, Padang Sidempuan, Rantau Prapat, Rengat, Painan (of course iyalah hehehe), Sijunjung, Kuala tungkal, Lahat, Liwa, Curup, Manna, Singkawang, Pangkalan Bun, Nunukan, Tanjung, Sinjai, Kotamobagu, Toli-toli, Tahuna, Tual, Nabire, Fak-fak, Larantuka, Sumbawa Besar, Ruteng, Ende, banyak deh pokoknya

tapi tetep dah salut ma Masnya.. kalau kantor saya tuh udah dikasih fasilitas tersendiri
nearer wrote on Jul 29, '11
hanya satu kata, AJIIIIIIIIIIIIIIIIPPPP!!!
lafatah wrote on Jul 29, '11
Indonesia Mengajar...
Salah satu teman kontrakan saya positif sebagai Pengajar Muda jilid ketiga.
Saya sudah wanti-wanti dia agar rajin menulis pengalamannya selama ngajar nantinya.
Moto IM benar-benar menggugah dan itu terejawantahkan dalam diri pribadi para PM: Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi.

Pengajar Muda Arif Lukman Hakim, satu buktinya, Insya Allah.
anazkia wrote on Jul 29, '11
nanazh said
tapi tetep dah salut ma Masnya.. kalau kantor saya tuh udah dikasih fasilitas tersendiri
Ada kemungkinan Anas ke sana juga yah?
anazkia wrote on Jul 29, '11
nearer said
hanya satu kata, AJIIIIIIIIIIIIIIIIPPPP!!!
Apa, Mas? hansippp..?? Bukan hansipp :P
anazkia wrote on Jul 29, '11
lafatah said
Indonesia Mengajar...
Salah satu teman kontrakan saya positif sebagai Pengajar Muda jilid ketiga.
Saya sudah wanti-wanti dia agar rajin menulis pengalamannya selama ngajar nantinya.
Moto IM benar-benar menggugah dan itu terejawantahkan dalam diri pribadi para PM: Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi.

Pengajar Muda Arif Lukman Hakim, satu buktinya, Insya Allah.
Subhanallah...
Luar biasa sekali yah, Tah. Hiks, salut dengan mereka semua
ayudiahrespatih wrote on Jul 29, '11
subhanalloh keren banget..bekgronnya laut...
nanazh wrote on Jul 29, '11
instansi saya mutasinya nasional....
jadi bisa aja dipindah dari bagian Barat ke bagian TImur dalam seketika...
hohoho begitulah
tehfairiez wrote on Jul 30, '11
keren deh.. semuanya keren cerita ama fotonya okeh..
titintitan wrote on Jul 30, '11
kereen..
hanifahnunk wrote on Jul 30, '11
anazkia said
hayuuukkkk.. kapan2 kita ke sana hehehe *pengennya :(
q dapet tawaran ke sana, tapi gak dapet ijin dari ortu :))
kapan2 melancong yuxxxx **pastidikasihijindeh**
anazkia wrote on Jul 30, '11
subhanalloh keren banget..bekgronnya laut...
Iyah, mengajar di tepi laut :)
anazkia wrote on Jul 30, '11
nanazh said
instansi saya mutasinya nasional....
jadi bisa aja dipindah dari bagian Barat ke bagian TImur dalam seketika...
hohoho begitulah
Kalau Anas ke Papua, mau ikut hehehe
anazkia wrote on Jul 30, '11
keren deh.. semuanya keren cerita ama fotonya okeh..
Ho'oh, hebat!
anazkia wrote on Jul 30, '11
kereen..
Bangettt :)
anazkia wrote on Jul 30, '11
q dapet tawaran ke sana, tapi gak dapet ijin dari ortu :))
kapan2 melancong yuxxxx **pastidikasihijindeh**
Dapet tawaran dari mana, Nur?
Ikut donk hehehe
hanifahnunk wrote on Aug 1, '11
anazkia said
Dapet tawaran dari mana, Nur?
Ikut donk hehehe
di papua sana, huahuahua
malah ngeri le mikir2...
nonragil wrote on Aug 4, '11
Selalu terharu dengan anak-anak bangsa yang mau peduli akan pendidikan hingga bersedia berada di daerah yang jauh....dari sentuhan "modern." Salam kenal buat mas Lukman. Makasih ya, Naz, buat jurnalnya.
nadzifhasjmi wrote on Aug 7, '11
Jadi mau ke Papua untuk melihat indahnya Indonesia Timur ya, Ana?
anazkia wrote on Aug 7, '11
di papua sana, huahuahua
malah ngeri le mikir2...
Hayuk kita ke sana ;)
anazkia wrote on Aug 7, '11
Salam kenal buat mas Lukman. Makasih ya, Naz, buat jurnalnya.
Insya Allah, Mbak. Semoga yang bersangkutan membacanya
Sama2, makasih juga dah singgah
anazkia wrote on Aug 7, '11
Jadi mau ke Papua untuk melihat indahnya Indonesia Timur ya, Ana?
Ah, cuma mimpi, Pak
Sepertinya nggak akan pernah ke Papua
yundahamasah77 wrote on Oct 3, '11
Mbak aku juga akhirnya baca ini, tergugu haru... betapa Papua butuh banyak Arif2 lain, kalau lihat PILDACIL ada sosok Nano asal Papua yang sering membuat hatiku mengharu biru memdengar tausyahnya juga bacaan Al Qur'annya, semoga banyak Nano2 lain di Papua. Aku juga punya adik tingkat yang sekarang di Papua, dia memang bercita2 untuk PTT di sana, senang melihat sekarang dia meraih citanya. *jadi mikir bagaimana kalau mereka kita kenalkan yuk...

anazkia wrote on Oct 4, '11
Mbak aku juga akhirnya baca ini, tergugu haru... betapa Papua butuh banyak Arif2 lain, kalau lihat PILDACIL ada sosok Nano asal Papua yang sering membuat hatiku mengharu biru memdengar tausyahnya juga bacaan Al Qur'annya, semoga banyak Nano2 lain di Papua. Aku juga punya adik tingkat yang sekarang di Papua, dia memang bercita2 untuk PTT di sana, senang melihat sekarang dia meraih citanya. *jadi mikir bagaimana kalau mereka kita kenalkan yuk...

Subhanallah... Mbak Yunda datang kemari. membaca tulisan ini :)
rirhikyu wrote on Oct 6, '11
tempatnya indah

hiks terharu
rirhikyu wrote on Oct 6, '11
link kompasiananya?
anazkia wrote on Oct 6, '11
Add a Comment